LOKASI OUTBOUND DI SONGGORITI MALANG

SONGGORITI OUTBOUND DI MALANG

Dengan ditemukan oleh orang belanda bernama Van I Isseldijk tepatnya pada tahun 1799 dan diperkirakan berdiri sejak abad 9-10 Masehi candi songgoriti mempunyai banyak kisah dan  legenda dengan candi tertua di Indonesia membuat candi songgoriti memiliki banyak daya tarik mengenai kehidupan masa lalu tentang sejarah Indonesia.

Hingga sekarang candi songgoriti masih tetap berdiri kokoh sesuai dengan tempatnya seperti masa lampau tidak berubah,meskipun diketahui banyak orang kini,candi yang ditemukan dengan keadaan tidak utuh pada puncaknya namun masih tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai sejarah keanekaragaman di Indonesia.

Dan untuk menjaga kebudayaan masa lampau tersebut hingga kini sebagian dari keseluruhan candi songgoriti masih tetap utuh dan sengaja dibiarkan terkubur.

Salah satu daya tarik dan keunikan tersendiri bagi candi songgoriti adalah dengan isi sumber mata air di dalam candi tersebut dimana didalam candi terdapat 3 sumber mata air yang berbeda kandungan maupun suhu dan susunan yang terkadung di dalamnya.

Terdapat sumber mata air panas,sumber air dingin pegunungan dan sumber air belerang,entah bagaimana kecanggihan peradaban di masa itu sampai sekarang masih menjadi misteri yang membuat banyak orang dan ilmuan dibuatnya bingung.

Menurut sumber yang dipercaya selama berabad abad dahulu candi songgoriti digunakan sebagai tempat pencucian dari barang” pusaka kerajaan medang di masa lampau,tempat ini ditemukan oleh seorang pembuat keris pusaka yang melegenda dengan sebutan mpu supo dengan titah perintah atas Mpu sindok untuk mencari tempat untuk peristirahatan keluarga kerajaan medang di daerah sekitar pegunungan dan dekat terdapat sumber mata airnya.

Candi Songgoriti terletak di Dusun Songgoriti yang masuk wilayah Desa Songgokerto. Nama Songgokerto bisa diartikan sebagai kumpulan kemakmuran. Semakin kuatlah dugaan bahwa dahulu kala wilayah Songgoriti ini merupakan daerah para pengrajin logam.

Di sisi lain, kota yang dikelilingi Gunung Panderman dan Arjuno ini juga memiliki obyek wisata sejarah berupa Candi Songgoriti di Jl Songgoriti Desa Songgokerto. Konon, candi ini merupakan tempat pertemuan Ken Arok dengan Ken Dedes. Cerita lainnya, di candi ini Empu Sendok, Empu Gandring, dan Empu Supo mencuci keris kesaktiannya.

Jika wisatawan datang ke candi itu, bakal mendapatkan banyak cerita sejarah kerajaan sebelum Indonesia menjadi republik dari Harioto (50) juru kunci candi. Pengetahuan Harioto sebagian besar dari para leluhurnya, yang juga menjadi juru kunci candi sebelumnya. Ia sendiri merupakan juru kunci ke tujuh. Sebelumnya ada Mbah Sairuh, Mbok Paitun, Mbok Rumina, Arjo Poeslan, Parlan, dan Supardi.

Dari penuturan Harioto, candi yang terlihat saat ini merupakan pucuknya saja. Diyakini, candi itu sebenarnya memiliki panjang 180 meter dan lebar 60 meter. Sayangnya, candi itu tidak digali. Bahlan, berjarak sekitar 10 meter telah berdiri hotel Songgoriti. “Candi ini tertua dan terbesar di Indonesia, tidak tahu mengapa tidak digali lagi,” ujar Harioto yang juga menunjukkan bentuk bangunan lain di sekitar candi dan diyakini candi itu terpendam tanah

Fungsi real dari Candi Songgoriti belum bisa dipastikan, diprediksi andi Songgoriti adalah tempat pemujaan atau ritual tertentu, mengingat didalam bilik candi ini terdapat sumber air panas yang mengandung belerang, yang dapat menyembuhkan penyakit kulit. Sampai sekarang, sumber air ini dimanfaatkan sebagai sumber air pemandian yang letaknya tidak jauh dari Candi Songgoriti.

Di area candi Songgoriti, kita bisa melihat arca Ganesha dan arca Rsi Agastya, yang berlatarkan agama Hindu aliran Siwa.

Candi ini memilik hal yang sangat unik, ditengah candi terdapat sumber  yang dikelilingi sumber mata air panas, di tengah-tengahnya menyembul sumber air mata dingin.

Eksplore keindahan kota wisata batu bersama kami profider wisata adventure,rafting,outdoor dan outbound di malang hubungi dan bergabung bersama kami www.nolimitadventure.com